Dengan menggunakan pesawat Korea airline (KAL), rombongan peserta Partnership for schools P4S (pertukaran professional guru dan kunjungan sekolah-sekolah di Amerika bagi guru dan pimpinan pesantren Se-Indonesia) memulai perjalanan dari Jakarta menuju Honolulu Hawaii. pesawat mulai bergerak untuk take off pukul 21.45 menit. perjalanan malam itu cukup menyenangkan, selain karena kami berangkat dalam rombongan besar sehingga merasa aman dan tentu saja sambil ngobrol-ngobrol ringan, para pramugari nya ramah-ramah dan makanan nya juga enak. waktu saya akan turun dari pesawat saya bertanya kepada salah seorang pramugari ‘how to say thank you in Korean words’ dia memberi tahu saya, tapi sayang waktu saya menulis ini saya sudah lupa bagaimana mengatakan nya. tapi saya janji akan menanyakannya kembali.
Setelah menempuh perjalanan selama 6 jam 50 menit sekitar pukul 06.40 kami tiba di bandara Incheon korea untuk transit, kalau waktu Indonesia nya sekitar pukul 04.30 karena ada beda waktu 2 jam, di mana korea lebih dulu pagi. menurut jadwal kami akan transit di Incheon airport selama 12 jam. Saya langsung mencari musholla karena belum solat subuh, saya bertanya kepada petugas di airport. ‘Excuse me, Where is musolla a prayer place for muslim’ mendengar pertanyaan saya dia terlihat kebingungan dan saya jelaskan lebih lanjut sampai dia mengerti maksud saya, akhirnya dia meminta izin untuk menelpon. beberapa saat kemudian dia bilang kepada saya ‘nothing sir’. ‘waduh gawat’ gumam saya dalam hati ‘gimana nih nggak ada musolla’ saya bilang sama seorang teman dari pesantren Al-Muayyad Solo pak Zaki Mubarak. ‘kita cari toilet aja dulu yuk’ beberapa saat kemudian kami menemukannya dan segera saja kami masuk. waktu kami di depan westafel pak zaki dan saya tidak berhasil untuk mengeluarkan airnya dari keran, pencet sana sini tidak berhasil juga, sampai akhirnya ada petugas toilet memberi tahun kami. ternyata keran nya menggunakan sensor jadi cukup mengayunkan tangan di depan sensor, air akan keluar sendiri. ‘ah kenapa jadi kuper kan ada tulisan di atas kerannya’ keluh saya dalam hati, setelah saya melihat tulisan kecil petunjuk menggunakan keran.
Selesai berwudlu saya langsung keluar mencari lobi, saya melakukan solat sambil duduk tapi nggak tahu kiblatnya betul apa enggak. Selesai solat saya baru sadar ternyata saya terpisah dari pak Zaki teman saya tadi. kemudian sambil santai saya coba-coba hidupkan Hp tapi ternyata enggak ada jaringan, padahal saya janji akan menghubungi istri setibanya saya di Korea. ‘Sorry Honey I fail to contact you’ kemudian saya coba-coba hidupkan TV di Hp dan ternyata bisa setelah menyeting ulang channel nya. tapi untuk radio tetap gagal. walupun demikian tetap saja saya tidak bisa menikmati acaranya ‘of course you know’ karena bahasa nya dan tulisannnya dalam bahasa Korea.
Saya coba memperhatikan arah kiri dan kanan serta memperhatikan orang-orang yang lalu lalang, tapi tak satupun dari mereka ada yang saya kenal. akhirnya saya putuskan untuk jalan-jalan sambil melihat-lihat souvenir, sebenarnya saya ingin membeli souvenir kecil untuk teman-teman di Indonesia tapi sayang saya enggak punya ‘won’ mata uang korea. sebenarnya bisa pake dollar tapi dollar yang saya punya terlalu besar ’100 dollar’ untuk souvenir-souvenir kecil itu. kemudian saya memutuskan untuk menuju gate 22 karena itu adalah pintu masuk untuk penerbangan selanjutnya menuju honolulu Hawaii. Saya senang sekali, ternyata di sana saya ketemu pak Zaki yang sedang duduk sendiri di lobi di depan gate 22.
‘Sampean tadi solat di mana?’ saya memulai pembicaraan ‘tuh di sana’ dia menunjuk ke lobi tidak jauh dari tempat kami duduk. ‘saya solat sambil duduk saja’ pak zaki menjelaskan. kemudian saya bilang ‘wah ngapain nih kita?, kan lama kita di sini’ ‘ah duduk aja di sini, jalan-jalan juga capek’ sahut pak zaki sambil berkata ‘di sana tadi saya lihat ada tempat untuk akses internet, tapi gak tau laptop nya bawa sendiri atau sudah di sediakan’ ‘wah iya, kan kata Namji waktu dia e-mail ke kita, di Incheon kita bisa akses internet gratis, kita lihat yuk’ saya mengajak Pak Zaki. Akhirnya kami jalan mencari internet lounge, setelah bertanya ternyata betul kami bisa menggunakan komputer yang telah disediakan untuk akses internet secara gratis ‘asyik, mantap nih, lumayan untuk hiburan menunggu keberangkatan selanjutnya’ gumam saya dalam hati.
Setelah memilih komputer yang akan saya pake, saya coba buka-buka tapi tidak berhasil karena bahasanya korea, yahonya pun yahoo korea. kemudian saya ganti laptop yang lain tapi tetap saja sama. ahirnya saya putuskan untuk membuka blog saya saja dan menulis cerita ini. lumayan untuk mengisi waktu selama menunggu pesawat selanjutnya.
bersambung. . .
Filed under: 1, Partnership for school P4S Hawaii
Assalamu’alaikum.
Alhamdulillah, akhirnya neng bisa tahu kabar Aa di perjalana maupun di Amerika nantinya lewat blog ini karena terus terang keluarga di serang terutama abah nampaknya sangat khawatir dengan perjalanan Aa.’apalagi enggak bisa dapet kabar sama sekali via handphone. insyaallah nanti neng kabarin semuanya berdasarkan cerita yang Aa tulis. jadi, jangan lupa berbagi kisah perjalanan ini seterusnya hingga kembali ke tanah air karena sepertinya ini satu-satunya media yang -setidaknya- bisa digunakan saat ini.
met menikamati udara Amerika n Good luck!!
Wassalamu’alaikum
hahahaha lutChu bgDh ust,,,,t`nyata kran @pndok beda y ma d`sno