Puasa Ramadhan

Hadirin Yang dimuliakan Allah

Tanpa terasa bulan sya’ban sudah memasuki hari yang ke 15, itu artinya Ramadhan hanya tinggal 15 hari lagi. Penyambutan kedatangan nya sayup-sayup sudah mulai terasa. Walaupun mungkin masih terbatas kepada perusahaan-perusahaan besar yang menjual produk-produk makanan yang menjadi santapan orang-orang yang berbuka setelah melaksanakan puasa. Ataupun perusahaan-perusahaan yang memproduksi pakaiaan dan busana muslim.

Iklan-iklan TV dan media cetak sudah mulai berlomba untuk merebut perhatian penonton dan pembacanya. Mereka ingin produk yang ditawarkannya menjadi pilihan, baik pada pelaksanaan puasa ataupun dalam merayakan hari raya setelahnya, sehingga dengan demikian penjualan meningkat dan diikuti pula dengan peningkatan laba perusahaan. Mungkin para penjaja makanan khas ramadhan pun sudah mempersiapkan diri untuk menyongsong untung besar di bulan yang penuh berkah ini.

Hadirin yang dimuliakan Allah

Memang tidak ada salahnya kita menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah dari sudut untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Sepanjang apa yang kita lakukan tidak melanggar syari’at Allah SWT. Bahkan mencari nafkah untuk menghidupi keluarga adalah jihad yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Terlebih yang kita lakukan adalah memberi kenyamanan dan ketenangan bagi saudara kita muslimin dan muslimat yang menjalankan ibadah puasa, tentu keutamaan nya lebih besar. Bukankah Rosulullah SAW pernah bersabda.

إنّما الأعمال بالنيّات وإنّما لكلّ إمرإ ما نوى

Sesungguhnya Segala perbuatan tergantung niat yang melatarbelakanginya. Dan Sesungguhnya bagi setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya itu.

Apabila aktivitas ekonomi pada bulan Ramadhan itu diniatkan selain untuk memberi nafkah kepada keluarga tetapi juga memberi ketenangan dan kegembiraan pada mereka ketika melakukannya maka janji Allah yaitu akan melipat gandakan pahalanya akan dikabulkan.

Hadirin yang berbahagia

Selain hal tersebut di atas, ada pesan penting yang ingin disampaikan oleh Allah SWT dan Rosulnya melalui tasyri’ shiyam atau penetapan ibadah puasa pada bulan Ramadhan. Ibadah ini merupakan madrasah ruhiyah atau pendidikan ruhani bagi muslimin dan muslimat agar menjadi orang-orang yang yang bertaqwa. Yaitu orang-orang yang secara tulus ikhlas mau meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah dan dengan penuh ketaatan dan kesabaran mau melaksanakan perintah-perintah Allah. Ibarat pada sebuah perusahaan, Bulan Ramadhan dengan berbagai ibadah yang disyari’atkan didalamnya baik yang sunnah ataupun yang wajib merupakan pendidikan atau training reguler wajib agar produktifitas kerja meningkat dan etos kerja para karyawan nya mengalami penyegaran. Karena bukan tidak mungkin selama ini iman kita terus digerus oleh tradisi, kebiasaan dan rutinitas sehari-hari yang cenderung mengkerdilkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Hadirin yang mulia

Sebagai ancang ancang, sebelum memasuki bulan yang penuh rahmat itu marilah kita renungkan beberapa ayat yang memang diturunkan untuk menginformasikan ibadah puasa yang agung itu. Dengan demikian kita mampu memaksimalkan diri kita dalam mengambil segala berkah dan manfaat yang disediakan Allah di dalamnya. Sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-Baqoroh ayat 183 – 187.

يا أيّها الذين أمنوا كتب عليكم الصّيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلّكم تتقون

183

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

Puasa secara bahasa berarti :

الإمساك عن الشيئ قال أبو عبيدة كل ممسك عن طعام أو كلام أو سير فهو صائم

وفى الشرع : الإمساك عن الطعام والشراب والجماع فى النهار مع النيّة

روي عن الحسن أنّه قال: إنّ الله تعالى فرض صيام رمضان على اليهود والنّصارى.

· أمّا اليهود فإنّها تركت هذا الشهر وصامت يوما من السنة زعموا أنّه يوم غرق فيه فرعون.

· أما النّصارى فإنهم صاموا رمضان فصادفوا فيه الحر الشديد فحولوه إلى وقت يتغيّر ثمّ قالوا عند ذلك نزيد فيه فزادوا عشرا. ثمّ بعد زمان إشتكى ملكهم فتذر سبعا فزادوه. ثمّ جاء بعد ذلك ملك آخر فقال : ما بال هذه الثلاثة فأتمّه خمسين يوما

إتّخدوا أخبارهم ورهبانهم أربابا من دون الله والمسيح أن مريم. زما أمروا إلاّ ليعبدوا إلها واحدا (التوبة

أيّاما معدودات فمن كان منكم مريضا أو على سفر فعدّة من أيّام أخرج وعلى الذين يطيقونه فدية طعام مسكين صلى فمن تطوّع خيرا فهو خير له صلى وأن تصوموا خير لكم صلى إن كنتم تعلمون

184

(yaitu) dalam hari-hari yang ditentukan. Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[114], Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui

[114] Maksudnya memberi Makan lebih dari seorang miskin untuk satu hari.

شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للنّاس وبيّنات من الهدى والفرقان ج فمن شهد منكم الشهر فليصم صلى , ومن كان مريضا أو على سفر فعدّة من أيّام أخر قلى يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر ولتكملوا العدّة ولتكبّروا الله على ما هداكم ولعلّكم تشكرون

185

رمضان : من الرمض وهو شدّة الحر والرمضاء شدّة حرّ الشمس وسمّي رمضان لأنّه يرمض الذّنوب أي يحرقها

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur

وإذا سألك عبادي عنّي فإنّى قريب أجيب دعوة الدّاع إذا دعاني فليستجيبوا لي واليؤمنوا بي لعلّهم يرشدو

186

أسباب النزول : روي أنّ جماعة من الأعراب سألوا النبي فقالوا. يا محمّد أقريب ربّنا فنناجيه أم بعيد فنناديه؟ فأنزل الله وإذا سألك عبادي

.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

أحلّ لكم ليلة الصّيام الرفث إلى نسائكم ج هنّ لباس لكم وأنتم لباس لهنّ قلى علم الله أنّكم كنتم تختانون أنفسكم فتاب عليكم وعفا عنكم صلى فالآن باشروا هنّ وابتغوا ما كتب الله لكم ج وكلوا واشربوا حتى يتبين لكم الخيط الأبيض من الخيط الأسود من الفجر صلى ثمّ أتمّو الصيام إلى الليل ج ولا تباشروهن وأنتم عاكفون فى المساجد قلى تلك حدود الله فلا تقربواها قلى كذلك يبيّن الله أياته للنّاس لعلّهم يتّقون

187

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf[115] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

[114] Maksudnya memberi Makan lebih dari seorang miskin untuk satu hari.

[115] I’tikaf ialah berada dalam mesjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.

Hadirin Yang dimuliakan Allah.

Demikianlah Allah telah menjelaskan Ibadah puasa dengan sangat jelas. Bagi hati yang dipenuhi dengan keinsyafan niscaya ayat-ayat di atas akan menundukan hatinya untuk ta’at dan berlomba meraih rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka sebagai bonus di bulan Ramadhan.

Referensi : Sofwatu tafasir. Muhammad Ali As-Shobuni

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.