Kebaikan dan dosa

وعن النوّس بن سمعان رضي الله عنه قال: سألت رسول الله صلّى الله عليه وسلّم عن البرّ والإثم فقال: البرّ حسن الخلق والإثم ما حاك في صدرك وكرهت أن يطّلع عليه النّاس (أخرجه مسلم)

Artinya: Dari Nawwas bin sam’an RA ia berkata. Aku bertanya kepada Rosulullah SAW tentang kebaikan dan dosa beliau bersabda. Kebaikan adalah akhlaq yang baik dan dosa adalah sesuatu yang mengganjal dalam hati dan kamu tidak suka orang lain melakukannya. (HR. Muslim)

Hidup di dunia tidak akan terlepas dari dualisme baik atau buruk, kebaikan akan mengundang pahala atau ganjaran sedangkan keburukan akan menyebabkan dosa. Etika umum yang dianggap universal, agama, budaya, tradisi memiliki peranan besar dalam memutuskan tentang baik atau buruk nya sesuatu, yang berujung pada boleh tidaknya suatu tindakan atau perilaku. Tidak jarang pijakan yang berbeda dalam memandang suatu perkara menjadi pemicu timbulnya konflik.

Di kalangan ulama islam, sebagian berpendapat bahwa manusia dengan potensi akalnya akan dapat sampai kepada kesimpulan terhadap salah atau benar baik atau buruk. sebagian yang lain berpendapat bahwa manusia memerlukan bimbingan wahyu untuk dapat sampai kepada kesimpulan baik atau buruk benar atau salah. kedua kelompok ini memiliki argumen yang sama kuatnya. bagi saya lebih baik untuk mengatakan bahwa wahyu merupakan alat lain yang dianugerahkan Allah kepada manusia dalam rangka menjalani hidup di dunia yang berat ini selain akal.

Hadits di atas menunjukan bahwa manusia telah dititipi suatu perangkat yang memungkinkan nya untuk sampai kepada kesimpulan baik atau buruk. istilah yang umum untuk perangkat itu adalah akal atau hati nurani. tetapi sayang kebanyakan manusia kehilangan potensi ini karena ia tidak dirawat, bahkan cenderung dimatikan, sebab kebanyakan manusia lebih mengikuti dorongan nafsu atau sifat dasar manusia lain yang buruk.

Perhatikan ketika kita mengambil milik orang lain atau kalau tidak pernah, cukup bayangkan saja. semua orang akan setuju bahwa hati nurani kita menolak, karena pasti tahu bahwa itu adalah perbuatan tidak baik dan berdosa. tetapi karena nafsu serakah, ingin hidup enak tanpa kerja keras, ingin mendapat fasilitas dan lain-lain. para pencuri, maling, perampok, koruptor rela membohongi nuraninya bahkan mematikannya. Ketika para pelakunya telah merasa tak ada yang salah dengan perbuatannya dan merasa tak berdosa bahkan mungkin bangga dengan apa yang diperolehnya ia bukan lagi seorang manusia. mengapa demikian? karena ia telah kehilangan sama sekali salah satu unsur manusia yang sangat vital yaitu akal atau hati nurani.

Jangan biarkan hati nurani titipan Allah yang mulia itu kita abaikan bahkan mungkin hilang dari jiwa kita. jadikan ia sebagai filter atau sensor dalam menjalani kehidupan ini. sebaik dan secanggih apapun sistem yang dibuat manusia kalau hati nurani pelakunya mati pasti akan kebobolan. percayalah hati nurani akan membimbing kita kepada kebaikan .

والله أعلم بالصّواب

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.