Selesai melaksanakan rangkaian ujian akhir, mulai dari Ujian nasional (UN) kemudian dilanjutkan dengan ujian akhir sekolah (UAS). pada hari Kamis tanggal 23 Mei 2008, siswa siswi kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Madinatunnajah, dengan penuh antusias berangkat menuju Dunia Fantasi Ancol. Ditemani oleh hampir seluruh ustad dan ustadah nya, mereka berangkat dengan menggunakan 1 bis pariwisata. Sekitar pukul 08.00 setelah membaca do’a bersama yang dipimpin oleh ustad Sobar kami berangkat
Matahari pagi yang cerah menemani perjalanan kami. Suasana bis yang nyaman menambah keakraban kami. obrolan santai sambil bersenda gurau membumbui suasana hingga gelak tawa pun terdengar dari hampir semua rombongan. masing-masing hanyut dalam suasana gembira sebagai wujud syukur atas suksesnya program sekolah yang sebelumnya banyak menyita waktu dan fikiran.
Setelah sekitar 1 jam setengah akhirnya kami tiba di lokasi. Memasuki gerbang Ancol, bebrapa tukang foto menawari kami untuk membuat gantungan kunci dengan foto kami di dalamnya. tentu saja banyak diantara kami dengan senang hati memesan.’ lumayan buat tanda kalau kita dah ke ancol’ kata salah seorang dari mereka.
Tujuan utama kami adalah Dunia Fantasi, tetapi kami tiba sebelum Dufan dibuka. sambil menunggu, kami mengunjungi pantai Marina dan pantai Festifal. di sana sudah banyak rombongan lain yang sedang melakukan acara, ada yang lagi tuker kado, ada yang duduk-duduk menikmati pantai, ada juga yang naik perahu. rombongan kami tidak mempunyai agenda khusus di tempat ini. kami hanya jalan-jalan sebagian lagi ada yang naik perahu. ’saya pingin nguji iman, makanya naik perahu. ada rasa takut melihat perahu ditengah lautan, seandainya tenggelam saya bisa mati, sebab gak bisa berenang, hanya tawakkal kepada allah saja yang membuat saya berani’ pak solah menyampaikan alasan nya kenapa ia mencoba naik perahu.
Tanpa terasa, waktu sudah hampir menunjukan jam 11, artinya Dufan sudah dibuka. ketua rombongan meminta kami segera kembali ke Bis dan menuju Dufan. Ada rasa penasaran yang sangat terutama bagi rombongan yang belum pernah masuk arena Dunia Fantasi. karena memang ada banyak permainan yang mengasyikan bahkan menegangkan. Ada bom bom car, halilintar, tornado, kora-kora, nia gara-gara, rumah kaca, rumah miring, ontang anting, kicir-kicir dan masih banyak lagi. kami beruntung, karena hari itu bukan hari libur, sehingga tidak harus mengantri lama untuk segera dapat bermain, apalagi wahana-wahana yang sungguh-sungguh menguji adrenalin. seperti kicir-kicir, halilintar, dan tornado bisa dibilang tidak ada antrian. kamipun terpisah menjadi kelompok-kelompok kecil dan memburu setiap wahana yang kami inginkan.
Banyak kesan yang tertoreh dalam memori kami, perjalanan kali ini sungguh menegangkan dan mengasyikan. bagi yang punya cukup keberanian, bermain kora-kora, tornado, kicir-kicir, halilintar, ontang-anting adalah pengalaman yang luar biasa, ‘waktu naik tornado, kemudian diputar diudara mungkin sekitar 5 detik bisa lebih, ruh saya seperti terpisah dari badan saya, iih dahsyat menegangkan tapi . . . . asyik banget’ kata pak sobar menceritakan pengalamannya. ‘ah saya gak jadi naik ah, ngeri. saya ikut antri aja nanti langsung keluar gak jadi naik’ kata Ustad Mansyur waktu mau naik kicir-kicir, ia tidak sanggup membayangkan rasa takut dan ngeri melihat peserta lain yang sedang diputar-putar dalam permainan itu. Lain lagi komentar Ustadah Rohayatun ‘Ustad, jadikan naik? asyik nih, awas yah’. ‘ O ya tentu dong, semakin tegang justru saya semakin pengen coba, saya ingin merasakan sensasi antara hidup dan mati’ kata ustad solah bersemangat. ‘jantungnya taro dulu di kulkas baru naik kicir-kicir’ ustad Solah bergurau kepada beberapa anak SD dari Bandung yang juga ada dalam barisan yang mau main kicir-kicir.
‘Wah bener dahsyat, ‘tadi saya takut banget, abis badan saya ke geser kesamping, saya takut badan saya lepas dari tempat duduk’ kata ustad solah. ‘Iya saya juga ampir muntah, abis kita diputer-puter, tempat duduknya ikut muter lagi. kepala saya masih pusing nih’ lanjut pak sobar. ‘mantap banget ya Tun’ ustad Solah menyapa ustadah Rohayatun yang masih setengah keleyengan stetlah naik kicir-kicir. apa lagi nih permainan yang menantang. pokok nya semua yang menantang harus kita cobain. begitulah mereka memburu wahana-wahana yang menguji mental dan adrenalin
Waktu terasa begitu cepat, tak terasa ternyata sudah hampir jam tiga sore. akhirnya kami mencari musolla untuk solat. selesai solat sambil makan kami saling berbagi cerita. ‘Ustad paling heboh tau waktu naik tornado, sampe bilang ampun, ampun’ kata ustadah Fitri yang hanya nonton saja waktu teman-temannya main tornado. ‘Iya abis saya kehabisan suara buat teriak, saya inget anak saya ahsan kalau lagi bercanda dia suka bilang ampuun, ampuun’. ‘Fitri mah gak sanggup, ngeliatnya aja udah ngeri apalagi naiknya, iih’ tambah ustadah fitri. ‘Udah sore nih, kita cari temen-temen dulu yu’ kata ustad Solah. ‘ayo, kita cari yang lain, katanya mau nonton atraksi police acdemy’. kata ustadah Rohayatun.
Setelah berjalan beberapa saat, mereka bertemu ketua rombongan ustadah Sri Martalinda dengan beberapa ustad dan siswa yang lain di depan wahana Bianglala dan kora-kora. ‘Ibu naik tornado gak, nih liat fotonya’ Ustad solah memperlihatkan fotonya waktu naik tornado. ‘wah hebat, saya gak berani’ jawab ibu Sri. ‘Ustad menikmati banget pikniknya yah, saya liat waktu naik kora-kora ustad teriak nya keras banget, kita yang ngeliat di bawah sampe ngeri. lanjut bu Sri. ‘ia memang sengaja, abis kalau ditahan dadanya sakit. saya ingin melepaskan rasa takut, hanya rasa percaya kepada para operator dan tawakkal saja zang membuat saya berani mencoba. pokok nya saya ingin bersenang-senang ‘jawab ustad Solah. ‘Bapak naik ini?’ salah seorang muridnya bertanya sambil melihat foto, ‘iya dong, tuh pak Sobar sama ustadah Atun juga ada kan. mereka terlibat obrolan yang seru, menceritakan pengalamannya masing-masing
Jadwal waktu yang telah disepakati meleset, banyak diantara rombongan terlambat untuk berkumpul di bis, mungkin karena terlalu asyik bermain di Dufan. baru sekitar pukul lima sore rombongan lengkap berada di bis seluruhnya. padahal menurut jadwal jam 4 sore rombongan akan menonton ‘police academy stunt show dari Italia. akhirnya setelah diadakan pembicaraan dengan semua anggota rombongan disepakati bahwa jadwal kepulangan diundur yaitu setelah menyaksikan show police academy selanjutnya pada pukul 07.30 malam. sementara menunggu show tersebut rombongan bersiap-siap melaksanakan solat maghrib.
Pengorbanan kami menunggu pertunjukan sekitar 1 jam setengah terasa dibayar lunas. pertunjukan yang ditampilkan oleh kru police academy Italia, sungguh memberikan sensasi yang luar biasa. diawali oleh tarian polisi-polisi wanita yang cantik-cantik seperti boneka barbie. dengan kaca mata hitam, rambut dikuncir, dalam balutan seragam polisi yang seksi. wow mantap. ‘coba polisi di Indonesia kayak gitu yach, pasti seneng ditilang ma polisi’ cetus seorang teman. kepiawaian para kru pria dan wanita dalam melakukan atraksi mengendari mobil, manuver menikung tajam, suara lengkingan ban mobil zang direm tiba-tiba dalam kecepatan tinggi, mobil yang berjalan miring dan antraksi penjahat Italia yang menggunakan motor tril menambah suasana menonton semakin seru. hingga tak terasa satu jam telah berlalu dan pertunjukan pun usai. tepuk tangan penonton bergemuruh memberi aplause kepada seluruh kru.
Setelah rombongan lengkap, sekitar jam 09 malam kami pulang. setengah jam pertama bis terasa ramai oleh suara rombongan yang menceritkan kesan masing-masing, terutama pertunjukan yang baru saja mereka tonton, (police academy). setengah jam ke dua bis mulai terasa sepi karena sebagian besar dari mereka tertidur kelelahan. hanya suara musik dari tape mobil saja yang sayup-sayup terdengar menemani perjalanan kami sampai ke Madinatunnajah.
Filed under: Memetik hikmah

Mr Sholah,fotonya lucu bgt,,,enaknya biz dr dufan kpan neyh nak TMI jln2 ksn
terima kasih atas kunjungan dan artikelnya
http://ancolevent.wordpress.com
ancol memang menarik untuk dikunjungi
visit: http://www.indonesia-travel-guide.com/Jakarta_Travel_Guide/Ancol_Dreamland_Park/Dunia_Fantasy/Dunia_Fantasy.html